NTB.SIN.CO.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, DGH. Faisal, S.Ag., M.M.Inov., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM) Numerasi Diferensiasi yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) V Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MI Al-Maarif Sumbawa, Senin (10/8/2026).
Dalam sambutannya, DGH. Faisal menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Menurutnya, pembelajaran yang efektif tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, interaktif, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
“Guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pembelajaran. Melalui pembelajaran mendalam dan pendekatan diferensiasi, diharapkan proses pembelajaran numerasi dapat lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik sehingga mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kakan Kemenag Sumbawa juga mengapresiasi inisiatif KKMI V yang terus mendorong pengembangan profesionalisme guru melalui kegiatan peningkatan kompetensi. Ia berharap Bimtek tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di madrasah masing-masing.
“Ilmu yang diperoleh selama Bimtek hendaknya dibawa ke ruang kelas dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pokjawas Madrasah, Muhibbi, M.Pd., pemateri Bimtek Fatarruddin, S.Pd., Pengawas Pembina Nurrafiah, S.Pd.I., serta Kepala MI Al-Maarif Sumbawa, Zubaidi Sofyan, S.Pd.I.
Bimtek Pembelajaran Mendalam (PM) Numerasi Diferensiasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 10–11 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 65 guru yang berasal dari empat madrasah di wilayah KKMI V, yakni MI Al-Maarif Sumbawa, MI NW Samawa, MI Al-Muttaqin, dan MI Al-Muflihun.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber terkait penerapan pembelajaran mendalam dan numerasi dengan pendekatan diferensiasi. Materi yang diberikan diharapkan dapat memperkaya strategi pembelajaran guru dalam menghadapi keberagaman kemampuan, karakter, dan kebutuhan belajar peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, KKMI V berupaya membangun budaya belajar yang lebih adaptif dan inovatif di lingkungan madrasah. Dengan kompetensi guru yang terus diperkuat, pembelajaran numerasi diharapkan mampu berlangsung lebih interaktif, kontekstual, dan berkualitas, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik











