NTB.SIN.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H., bersama Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri, melakukan kunjungan ke GMAHK Jemaat Isa Almasih Ampenan, Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum perjumpaan dan dialog bersama para tokoh Kristen, pimpinan gereja, Guru Agama Kristen, Penyuluh Agama Kristen, serta organisasi kepemudaan Kristen, termasuk GAMKI NTB dan GMKI Cabang Mataram.
Kehadiran Kakanwil Kemenag NTB bersama Bawaslu Provinsi NTB yang dilakukan secara mendadak mendapat sambutan hangat dari para pimpinan gereja dan umat Kristen yang hadir. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan Kementerian Agama Provinsi NTB dalam membangun komunikasi langsung dengan umat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga kerukunan di Nusa Tenggara Barat.
Dalam arahannya, Dr. H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H., mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Menurutnya, kerukunan merupakan fondasi penting dalam kehidupan masyarakat NTB yang memiliki keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial.
“Kerukunan harus senantiasa kita jaga dan rawat. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan bekerja bersama,” pesan Kakanwil. Ia juga mengajak para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan dialog. Menurutnya, perjumpaan antar tokoh agama menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga suasana kehidupan masyarakat yang damai.
Senada dengan Kakanwil, Bawaslu Provinsi NTB Hasan Basri menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dirawat bersama melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.
“Kerukunan umat beragama adalah bagian dari perekat persatuan bangsa,” ujar Hasan Basri. Menurutnya, tokoh agama dan generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi NTB menyampaikan kegembiraannya melihat semakin aktifnya gereja-gereja di NTB mengambil bagian dalam berbagai program nasional.Salah satunya melalui pelaksanaan Seminar Ekoteologi yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bekerja sama dengan United Evangelism Mission (UEM).
Kegiatan tersebut, menurut Pembimas Kristen, menjadi pengingat bagi seluruh tokoh dan umat Kristen bahwa kekayaan alam merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara.
“Gereja memiliki panggilan bukan hanya untuk membangun kehidupan spiritual umat, tetapi juga menghadirkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bersama. Kekayaan alam yang Tuhan anugerahkan harus kita jaga dan pelihara untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Pembimas Kristen menilai keterlibatan gereja dalam berbagai agenda nasional menunjukkan bahwa umat Kristen di NTB terus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Gereja, pemerintah, organisasi kepemudaan, penyuluh, dan seluruh elemen masyarakat dapat membangun kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pembimas Kristen NTB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan GMAHK Jemaat Isa Almasih Ampenan beserta seluruh jemaat, serta Bapak Jerry Wenas, atas dukungan dan penerimaan yang diberikan sehingga pertemuan dan dialog antara Kakanwil Kemenag NTB, Bawaslu NTB, dan para pimpinan gereja dapat terselenggara dengan baik.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan. Dialog tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan umat Kristen sekaligus mempererat hubungan antartokoh agama di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kunjungan Kakanwil Kemenag NTB bersama Bawaslu NTB tersebut sekaligus menegaskan bahwa kerukunan tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus dirawat melalui perjumpaan, dialog, silaturahmi, dan kerja bersama.
Dari GMAHK Isa Almasih Ampenan, semangat tersebut kembali diteguhkan: merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama menjaga persatuan bangsa.











